12 May 2016

Setting Mikrotik RB750 Standar Untuk Warnet Atau Personal

  No comments
Kali ini kita akan Menambahkan sebuah perangkat baru pada Network kita, yaitu Sebuah Router Mikrotik..
Alasan menambahkan perangkat ini, dengan tujuan agar network kita bisa lebih mantab, karena Mikrotik Mempunya banyak Fungsi-fungsi yang bisa kita gunakan untuk mengoptimalkan Network kita dengan beberapa fungsi yang ada di Mikrotik,Sebagai Contoh "Queue, firewall, Hotspot,dll"

Apakah Menggunakan Mikrotik itu diperlukan ?
Jawabanya Iya, karena coba anda bayangkan jika salah satu Client warnet kita sedang Mendownload File dari Sebuah website dan ia menggunakan Downloader seperti "Internet Download Manager" maka otomatis ia akan menguras Bandwitch yang teredia yang berakibat bandwitch yang tersedia untuk Client lain menjadi Sedikit alias kekurangn Jatah Bandwitch, Disinilah Mikrotik mengambil Peran sebagai manajemen Bandwitch (Queue) dengan cara membatasi atau membagi bandwitch sama rata ke semua Client.

Fungsi Lainya
Dengan adanya Mikrotik Kita bisa memblock Situs2 yang kita anggap tidak layak di buka dengan menggunakan Menu Firewall

Dan masih banyak lagi Kegunaan Mikrotik untuk network kita.

Sebelum masuk ke materi Setting mikrotik, ada baiknya kalau saya memberikan sedikit Penjelasan tentang mikrotik itu sendiri.
Mikrotik adalah Sebuah Router
Mikrotik Terbagi menjadi beberapa model, yaitu RouterOS  dan RouterBoard.
Mikrotik RouterOS artinya kita Menginstall Mikrotik ke Sebuah PC Sama halnya dengan menginstall Sistem operasi lain seperti Windows dan Linux
Mikrotik RouterBoard artinya Sebuah Board yang didalamnya sudah ada Mikrotik didalamnya.

Untuk Pemilihan sesuaikan dengan keinginan Anda, Jika anda mempunyai PC Jadul yang tidak digunakan lagi, Maka ada baiknya jika anda menggunakan RouterOS. Namun jika tidak ada PC yang bisa digunakan, Maka ada baiknya jika anda memilih RouterBoard karena bisa dibilang ini solusi paling murah daripada harus membeli PC Baru.

Mikrotik RouterBoard Sendiri mempunya banyak Tipe, Seperti Sebelumnya untuk pemilihan Tipe RB (RouterBoard) disesuaikan dengan Kebutuhan & Budget anda.
Jika Network yang akan kita bangun masih dalam Skala Kecil maka anda bisa Memilih RB750 sebagai pilihan karena Harganya yang terjangkau. Namun sebaliknya jika Network anda nantinya akan digunakan dalam skala besar, maka pilihlah RB yang mempunyai Spesifikasi tinggi.

Kali ini saya Memilih RB750 Karena alasan diatas.

Konfigurasi Mikrotik RB750

1. Siapkan Sebuah PC/Leptop yang akan kita gunakan untuk melakukan Setting
2. Download Aplikasi WinBox,
3. Saya asumsikan RB750 yang anda gunakan adalah RB750 yang masih baru, alias masih dalam keadaan Default. Namun jika RB yang anda gunakan ini adalah bekas, Maka silhkan Reset dulu RB tersebut agar kembali ke dafault, untuk cara mereset akan saya bahas di thread lain.
4. Colok Power Adaptor Ke Sumber Listrik Lalu ujungnya di colok Ke lubang Power RB750
5. Colok Kabel LAN di Port Ether 1 dan ujungnya di Colok Ke PC yang akan kita gunakan untuk setting
6. Buka Aplikasi Winbox, dan pada Kolom Connect To Klik tombol yang bertanda 3 buah titik di samping tombol Connect.fungsinya untuk mendeteksi RB750 Tersebut
Namun jika RB750 tidak terdeteksi anda bisa mengisi secara manual. dengan cara mengetik 192.168.88.1 di Kolom tersebut.(192.168.88.1 Ip Default Mikrotik) setelah itu masukan username = "admin" Tanpa Petik. dan dikolom password dikosongkan saja, karena defaultnya memang tanpa password, Lalu Klik Connect.

7. Sebelumnya anda harus sudah mempunyai rencana seperti apa nantinya Topologi Jaringan yang kita bangun nantinya. Kali ini topologi yang saya rencanakan seperti ini

Internet - Modem - (ether1)RB750
                                (ether2) --------->HUB/Switch ------------> PC Warnet
                                (ether3) --------->Access Point) -----------> Client Hostspot
                                (ether4)
                                (ether5)---------->PC Proxy Server (Squid)

Namun akan saya bangun bertahap, karena kendala di Budget (Lagi-lagi uang) :v

8. Sesuai Topologi yang saya rencanakan Mikrotik nantinya akan menjadi Sentral Semua koneksi.
9. Merubah Nama Interface, dengan Tujuan untuk mepermudah kita meningatnya.

-Ether1 Menjadi public
-Ether2 Menjadi local
-Ether3 Menjadi hotspot
-Ether4 Menjadi backup
-Ether5 Menjadi proxy
Caranya :
Klik/buka Menu terminal yang ada di Winbox
Lalu ketik

interface set 0 name=public
interface set 1 name=local
interface set 2 name=hotspot
interface set 3 name=backup
interface set 4 name=proxy

Untuk Menhindari Kesalahan ada baiknya anda melakukannya perbaris,
Atau untuk Memprmudah anda bisa melakukan setting dengan Masuk Ke menu Interface yang ada di winbox dan merubah namanya dengan Klik sana - Klik Sini.

10. Setelah merubah nama selanjutnya kita akan setting IP untuk tiap Interface.
Perencaan :
Interface public akan di colok ke Modem
Interface local akan di colok ke Hub/Switch (Warnet)
Interface hotspot akan di colok ke AP(Hotspot)
Interface backup akan dibiarkan menjadi Backup
Interface proxy akan di colok ke PC Proxy Server

Untuk IP address

public = 192.168.1.2
local = 192.168.2.1
hotspot = 192.168.3.1
backup = 192.168.4.1
proxy = 192.168.5.1

Caranya
Ketik
ip address add address=192.168.1.2/24 interface=public
ip address add address=192.168.2.1/24 interface=local
ip address add address=192.168.3.1/24 interface=hotspot
ip address add address=192.168.4.1/24 interface=backup
ip address add address=192.168.5.1/24 interface=proxy


11. Setting Gateway
Gateway kita pada kasus kali ini adalah IP Modem yang kita setting pada Thread Sebelumnya
Di ketahu alamat IP Modem adalah 192.168.1.254
Maka perintah yang kita tulis di Terminal adalah

ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.254

12. Setting DNS Server
DNS Server Berfungsi memetakan Hostname atau domain suatu situs
kali ini saya menggunakan DNS Google yaitu 8.8.8.8 atau DNS Telkom 202.134.0.155
Ketik
ip dns set servers=8.8.8.8,202.134.0.155 allow-remote-requests=yes

13. Sampai disini harusnya Mikrotik sudah terhubung ke internet, namun Client Belum bisa terhubung karena belum di setting NAT
14. Karena Mikrotik ini berada di antara Jaringan Local (LAN) dan Jaringan Publik (Internet) Maka diperlukanya konfigurasi NAT (Network Address Translation) yang berfungsi Mengganti Setiap Ip address pada paket data yang keluar dari Komputer user (LAN) menjadi IP Public
Untuk Penjelasan Tentang NAT akan saya Bahas di thread lain
15. Setting NAT,
Ketik
ip firewall nat add chain=srcnat out interface=public action=masquerade
16. Setting DHCP Server
Klik/Buka Menu Ip- DHCP Server dan buatlah DHCP server untuk Interface local dan Hotspot saja
17. Sampai disini Jaringan sudah siap beroperasi kembali namun masih banyak yang harus kita setting, dan akan saya bahas di Post selanjutnya
Video Tutorial On Youtube


Bersambung...

No comments :

Post a Comment