Catatan Lamers

15 November 2017

Memperbaiki Touchscreen Android yang tidak berfungsi sebagian

  No comments
November 15, 2017

Assalamualaikum
Pada artikel Memperbaiki Touchscreen HP/Android yang tidak berfungsi atau tidak bisa di sentuh sebagian ini, saya akan menceritakan tentang pengalaman pribadi saya ketika saya mencoba memperbaiki Smartphone Android Xiaomi Redmi Note yang sudah lumayan lama saya gunakan.

2 Minggu yang lalu smartphone yang saya gunakan mulai menunjukan gejala-gejala adanya kelainan pada touchscreen, seperti ketika saat sedang facebookan lalu saya men-scroll layar ke atas atau kebawah sering kali nge-klik/nge-tap sendiri (entah apa istilahnya). Kadang juga disaat saya sedang mengetik, ada beberpa tombol yang tidak di sentuh tapi malah muncul. 

Dugaan awal saya sih mungkin ini disebabkan oleh tempered glass yang saya gunakan, sebab emang sih tempered glassnya udah minta diganti baru karena udah ada beberapa retakan. Nah setelah saya copot tempered glassnya, masalah2 tadi udah mulai jarang muncul walaupun masih ada sesekali.

3 hari lalu muncul masalah baru lagi, yaitu ada sebagian dari touchscreen yang sama sekali gak berfungsi letaknya tepat dibagian deretan huruf "asdfghjkl" pada Keyboard jadinya saya kesulitan ngapa2in, gak bisa sms/wa tulis status atau komen di status orang.
Memperbaiki Touchscreen Android yang tidak berfungsi sebagian

Parahnya lagi bagian touchscreen yang gak berfungsi tersebut pas banget dengan tombol buat ngangkat telpon kalau ada telepon masuk. saya takutnya orang2 yang ngehubungi saya ngirain saya sengaja gak ngangkat teleponnya. Mujur aja masih bisa dipake buat nelpon balik jadi masih bisa ngabarin ke mereka kalau android saya lagi bermasalah jadi gak bisa dipake buat ngangkat telpon.
Memperbaiki Touchscreen Android yang tidak berfungsi sebagian

Mulai lah saya mencari informasi tentang solusi memperbaiki Layar touchscreen yang gak berfungsi sebagian. Dari yang saya dapati solusi yang paling banyak dibahas di Blog ataupun youtube itu ada 2 yaitu Restart/Reboot Android dan cara kedua yaitu Di Reset kembali ke pengaturan pabrik. Untuk cara pertama, positif gagal pada android saya, karena udah berulang kali saya restart sampe cabut baterai hasilnya tetap sama aja touchscreen masih belum berfungsi normal. Sedangkan untuk cara kedua yaitu di Reset atau dikembalikan ke pengaturan pabrik, saya rasa hasilnya pun pasti akan sama saja jadinya saya menunda dulu untuk mereset smartphone milik saya.

ada 1 lagi solusi yang saya temui yaitu Menggunakan Korek/Macis untuk memperbaiki layar Touchscreen yang tidak berfungsi sebagian, akhirnya saya coba-coba baca komentar atau testimoni dari orang-orang yang pernah mencoba memperbaiki Touchscreen yang error, dan ternyata walaupun ada beberapa yang mengatakan gagal menggunakan cara tersebut namun tidak sedikit pula yang memberikan testimoni bahwa mereka berhasil memperbaiki touchscreen smartphone android mereka yang rusak sebagian dengan trik menggunakan korek/macis ini 

Maka saya pun mencoba mengikuti trik ini, langkah pertama saya kewarung beli korek api, tapi korek yang digunakan harus korek api yang pemantikanya pake benda yang ngeluarin setrum, saya juga gak tau apa nama benda tersebut, biasanya sih didaerah di tempat saya tinggal disebut kontak-strom
Gambar ambil dari Google
Ujung kabel saya tempel ke touchscreen tepatnya di bagian-bagian yang gak berfungsi tadi, lalu kontak-strom tadi saya tekan beberapa kali, kurang lebih 10x kalau gak salah karena pertama kali saya coba hanya saya tekan 3 x tapi touchscreen masih belum berfungsi, karena itu saya tekan-tekan lagi dan Hasilnya setelah saya coba ternyata benar trik ini memang WORK !!! . Trik yang awalnya saya anggap sepele ini ternyata telah menyelamatkan Touchscreen smartphone saya yang tadinya gak berfungsi sebagian.

Terima kasih telah membaca Cerita saya ini
Wassalam



NB : 
  • Cara ini 100% Work pada kasus yang saya alami karena sudah saya coba sendiri
  • Saya tidak bisa menjamin trik ini bisa berhasil juga pada kasus2 lainnya, karena kerusakan pada Touchscreen bermacam-macam mulai dari yang ringan yang disebabkan oleh Error system sampai pada kerusakan hardwarenya
  • Saya tidak bertanggung jawab seandainya teman-teman mencoba cara ini dan mendapati hal yang tidak diinginkan terjadi seperti Touchscreen malah tambah rusak atau hal buruk lainya.
  • Jika teman-teman ragu, alangkah baiknya langsung bawa ke tempat Service smartphone.



Read More

01 November 2017

Flashing Oppo A37F (Neo 9) Karena Lupa Password / Pattern Lock

  No comments
November 01, 2017

Barusan ada orang yang datang bawa handphone Oppo A37F (Neo 9) ke tempat saya dalam keadaan tekunci menggunakan pola. Katanya sih milik sepupunya dan sepupunya lupa Pattern Locknya makanya ia minta dibuka bagaimanapun caranya walaupun harus di reset yang pastinya data-datanya akan hilang.

Sempat terfikir oleh saya, bahwa Handphone ini pasti barang temuan karena menurut saya jarang ada pemilik handphone yang gak bisa buka kunci handphonenya sendiri, karena walaupun Lupa pattern atau lupa password kan masih ada jalan lain buat masuk salah satunya dengan menggunakan Email. tapi ah sudahlah daripada saya tambah mengada-ngada mending langsung saya kerjakan.

Seperti biasa saya langsung mencoba jalan yang paling gampang dulu yaitu dengan melakukan Hard Reset melalui Recovery, namun cara ini gagal karena ternyata setelah Wipe Data , SMS, Kontak dan bahkan Kunci Pola tidak ikut terhapus atau direset. Karena gagal maka lanjut ke langkah selanjutnya yaitu Flashing menggunakan PC. Langkah-langkahnya seperti ini

  • Download dulu Bahan-bahannya yaitu Driver dan Aplikasi Flashing + Firmwarennya (1 Paket) Melalui Link yang ada di akhir artikel ini
  • Kalo udah di Download langsung di Install aja drivernya. Klik Next Next aja sampe selesai
  • Setelah driver di install Extract File firmware A37fEX_11_A.13.zip lalu masuk ke folder hasil extractnya
  • Matikan handphone Oppo A37F (Neo 9) lalu tekan tombol volume + dan Volume - Secara bersamaan. dalam Keaadan ke2 tombol tersebut masih ditekan colok kabel USB yang sudah terhubung di PC ke Handphone Oppo tersebut maka otomatis Komputer/PC akan mendeteksi adanya hardware baru. Setelah itu kedua tombol tadi sudah bisa di lepas
  • Untuk memastikan koneksi Handphone dengan komputer sudah berjalan dengan baik atau belum bisa dicek melalui Device Manager. Jika sudah benar seharusnya pada bagian Ports ( COM & LPT) akan muncul 1 Device dengan Nama Qualcom HS-USB
  • Setelah itu klik 2 x Msm8x39DownloadTool.exe yang berada di Folder hasil extract file firmware.
  • Settingan dibiarkan aja default gak perlu ada yang diubah-ubah langsung aja klik Start maka Proses flashing akan dimulai. tunggu aja Hingga selesai. Proses ini kira-kira memakan waktu 3-5 Menitan
  • Jika udah selesai seperti pada gambar dibawah ini, maka Kabel USB udah bisa di Cabut dari handphone Oppo A37F. dan selanjutnya tinggal di hidupin deh tuh Oppo. Selesai


Berikut Link Download dari bahan-bahan untuk Flashing Oppo A37F (Neo 9)
  1. Link Download Firmware + Tools 
  2. Link Download Driver Qualcom (Atau Ini juga bisa)

Sekian Dan Terima kasih :D


Read More

Memperbaiki Flashdisk (FDD) Palsu Alias Replika

  No comments
November 01, 2017

Assalamualaikum
Tadi pagi ada teman minta tolong untuk di cek flashdisknya, katanya tiap kali dia nyalin data kedalam Flashdisk pasti data tersebut rusak dan juga kalau di masukin file yang berukuran 3Gb pasti gak muat kedalam Flashdisk padahal jelas-jelas tertulis flashdisk tersebut berukuran 8Gb.

Tebakan awal saya sih disebabkan Oleh virus jadinya file-filenya jadi corrupt atau rusak, terus untuk file yang gak muat kemungkinan ada file besar yang terhidden atau tersembunyi. Setelah beberapa saat saya teliti ternyata analisa awal saya tadi SALAH besar. Karena penyebab dari semua masalah tersebut adalah Flashdisk ini adalah Flashdisk Bajakan atau Flashdisk palsu atau replika dari aslinya.

Dari Casingnya saja sudah jelas perbedaan warna Tulisan dan bentuk tulisan, di tambah lagi lampu led indikatornya yang biasa pada umumnya untuk Flashdisk dengan Merk Toshiba menggunakan warna Hijau sedangkan untuk Flashdisk palsu ini berwarna merah pada led indikatornya.

Karena tak mau ribet, teman saya tadi menghibahkan Flashdisk tersebut kepada saya, katanya dia bisa beli baru lagi yang asli (Orang mampu :v) . Karena didorong rasa penasaran saya mencoba mencari tahu berapa ukuran asli dari Flashdisk Toshiba 8GB ini dengan cara seperti pada langkah2 dibawah ini.

  • Saya mengecek ukuran atau kapasitas Flashdisk ini melalui System Properti (Klik Kanan pada Flashdisk lalu Pilih Properties). Terlihat kapasitas yang dibaca oleh Windows adalah 7.70GB (8GB) yang sebenarnya ukuran tersebut tidaklah benar.
    Mengecek Ukuran Flashdisk Melalui System Properties
  • Saya Mendownload aplikasi H2Testw yang juga bisa anda Download melalui Link yang ada di akhir artikel ini
  • Setelah Terdownload saya menjalankan aplikasi H2Testw tadi lalu memilih bahasa Inggris selanjutnya mengklik tombol select target dan memilih Flashdisk palsu yang akan di cari tau berapa ukuran sebenarnya.
    Memilih Flashdisk yang akan di Analisa Ukuranya
  • Setelah itu saya mengklik tombol Write + Verify untuk memulai proses analisa
    Memulai Proses Analisa
  • Maka akan muncul sebuah Form baru yang menginformasikan proses analisa pembacaan kapasitas asli dari flashdisk. Proses ini lumayan memakan waktu jadi saya masih sempatkan menonton film sambil menunggu prosesnya selesai
    Proses analisa Flashdisk menggunakan H2Testw
  • Setelah proses analisa selesai, saya kaget melihat hasil akhirnya karena terrnyata kapasitas yang bisa digunakan pada Flashdisk ini sebenarnya hanya 234MB. ya sudahlah setidaknya saya sudah berapa ukuran asli yang bisa digunakan.
  • Setelah mengetahui Ukuran asli yang bisa digunakan dari Flashdisk Palsu ini, maka langkah selnjutnya adalah merubah ukuran flashdisk tersebut agar saat digunakan dilain waktu nanti kita tidak tertipu dengan ukuran atau kapasitas yang tertera.
  • Untuk merubah Size atau ukuran kapasitasnya saya menggunakan aplikasi Bootice (Link Download ada diakhir artikel)
  • Pada aplikasi Bootice, di bagian Destination disk yang saya pilih adalah Flashdisk Palsu tadi (hati-hati jangan sampai salah pilih Karena HDD internal kita pun terdeteksi) Pastikan disk yang terpilih adalah Flashdisk Abal-abal tadi lalu klik Proccess PBR
  • Maka muncul Sebuah Form baru. pada Form partition Boot Record saya memilih BOOTMGR boot record dilanjutkan dengan mengklik tombol Install / Config maka tampil sebuah form baru lagi. pada Form ini saya tidak merubah apapun hanya langsung mengklik tombol OK. muncul Popup yang bertuliskan Succesfully Changed the PBR ! setelah itu barulah saya menutup Form Partiton Record dengan menekan tombol Close
  • Lanjut ke langkah berikutnya pada tampilan awal Aplikasi Bootice saya memilih menu Parts Manage
  • Pada Form Partition Mangement saya mengklik menu Re-Partitioning maka muncullah form baru lagi dan di form ini saya memilih Radio Button yang paling bawah yaitu USB-HDD Mode (Multi-Partitions) dilanjutkan dengan Mengklik tombol OK
  • Setelah menekan tombol OK tadi, lagi-lagi muncul form baru lagi yang bertujuan untuk membagi Flashdisk menjadi 4 Bagian atau 4 Partisi. Pada tahap ini saya hanya fokus pada Baris partisi Nomor 1 saja, pada kolom Size saya mengisi angka 234. Angka 234 tersebut adalah Jumlah size atau kapasitas yang masih bisa digunakan sesuai dengan hasil yang sebelumnya didapatkan dari proses analisa menggunakan aplikasi H2Testw sebelumnya. Untuk baris nomor 2,3 dan 4 saya biarkan begitu saja, begitupun opsi dan kolom2 lainya saya biarkan dalam keadaan default lalu saya klik OK. Muncul jendela Peringatan lagi langsung aja klik OK lagi biar cepet.
  • Setelah selesai maka akan muncul Notifikasi Congratulations Formatting Was Succesfull
  • Balik lagi ke Form Parition management. pada form ini terlihat baris nomor 0 sudah berhasil diformat dan diset dengan kapasitas Aslinya. nah untuk Partisi nomor 1,2 dan 3 akan saya sembunyikan dengan cara memilih baris nomor 1 (Diklik) lalu klik Hide, hal yang sama saya lakukan pada baris partisi nomor 2 dan 3
  • Sampai disini karena keseluruhan Proses sudah selesai maka aplikasi Bootice saya tutup. Pada windows explorer saya mengecek kembali ukuran dari Flashdisk Toshiba 8GB abal-abal tadi dan hasilnya kini ukuranya sudah berubah menjadi 234MB
Mohon maaf jika penjelasan saya diatas agak kacau, jikalau sekiranya ada yang merasa bingung silahkan menginggalkan pertanyaan melalui kolom komentar. Terima kasih Wassalam

  1. Download H2Testw
  2. Download Bootice




Read More

09 August 2017

Cara Flashing BIOS VGA AMD yang Bricked Karena Bad BIOS

  No comments
August 09, 2017

Assalamualaikum
Setelah kurang lebih 2 Bulan Blog Catatan Lamers tidak saya update, Kini saya berkesempatan untuk menulis sebuah Artikel tentang bagaimana caranya memperbaiki VGA AMD yang tidak terdeteksi (Brick / Bad BIOS) karena kesalahan BIOS dengan cara melakukan Flashing BIOS VGA kembali menggunakan Software Atiflash.

Karena ini Artikel pertama saya semenjak 2 bulan lalu, makanya mungkin artikel ini akan Panjang karena dalam artikel ini saya akan menceritakan dari awal tentang pengalaman saya yang menyebabkan Artikel ini saya publish. Jadi buat yang malas Baca bisa langsung skip aja ke Pembahasan Tutorial flashing BIOS VGA (Solusi) yang ada di bagian Bawah artikel ini.

Belum lama ini kira-kira seminggu sebelum artikel ini saya tulis, saya membeli sebuah VGA Card bekas dari salah seorang teman. Merek dan Typenya adalah HIS Radeon R7 240 2GB (HIS R7 240 iCooler 2GB DDR3 PCI-E HDMI/SLDVI-D/VGA).
Repair BIOS HIS Radeon R7 240 2GB
Walaupun kondisi second namun VGA ini masih kinclong, karena menurut pemilik sebelumnya, VGA ini digunakan Hanya kurang lebih 15 Menit semenjak dibelinya dari toko karena alasanya tidak terbaca di Monitor (Rusak Katanya) padahal yang sebenarnya VGA ini dalam keadaan sehat Walafiat hanya saja perlu di ubah settingan display pada BIOS dari Onboard/IGD ke PCI/PCI-E agar VGA ini bisa digunakan.

Kebetulan juga saya baru mulai belajar atau baru mengenal yang namanya Mining Cryptocurrency, atau biasa di kenal dengan istilah Nambang BTC. Karena tidak puas dengan Hasil dari HIS Radeon R7 240 makanya saya mulai mencari VGA RX 470/480 di toko-toko Online karena dari informasi yang saya baca, VGA RX Series (470,460,570,580) ini merupakan VGA yang bagus untuk digunakan Mining. Namun sayang, setelah berjam-jam menelusuri berbagai Lapak saya tidak menemukan Penjual atau toko yang punya Stok VGA tersebut. Akhirnya pilihan terakhir saya memesan VGA Powercolor RX 460 4GB DDR5 128Bit
Powercolor RX 460 4GB

Hasil Mining RX 460 ini memang jauh lebih baik daripada R7 240, namun saya masih belum puas karena itu saya mencoba mencari-cari petunjuk lainya seperti Overclock hingga Flashing BIOS untuk meningkatkan Performa dari RX 460 ini.

Mulailah saya membaca dan mempraktekan step by step Artikel dari salah satu Forum luar yang membahas tentang Flashing BIOS Powercolor RX 460 4GB. sialnya, setelah selesai mengikuti tutor barulah saya membaca notes di akhir artikel yang menyebutkan bahwa "Usahakan hanya ada 1 VGA Card saja yang terpasang di Mainboard ketika melakukan Flashing BIOS". Setelah membaca kalimat tersebut barulah muncul sedikit rasa panik karena kebetulan ke 2 VGA tadi sedang saya gunakan di Mainboard yang sama. HIS R7 240 saya colok langsung di Slot PCI-E 16x sedangkan RX 460 saya hubungkan menggunakan PCI-E Riser.

Setelah saya coba merestart PC barulah kepanikan saya terbukti. yaitu VGA Primary (R7 240) yang terpasang di Slot PCI-E Mainboard tadi sudah tidak terdeteksi dengan indikasi hanya muncul tulisan No Signal pada layar monitor. setelah saya Coba tukarkan Posisi R7 240 yang ada di Slot Mainboard dengan RX 460 yang ada di PCI-E Riser sehingga VGA primarinya menjadi RX 460 barulah Komputer hidup Normal kembali.

Namun setelah saya cek di device Manager, R7 240 sudah tidak terdeteksi lagi. Analisa saya, berarti tadi yang di terflash bukan RX 460 melainkan R7 240 karena pada baris perintah aplikasi atiflash ada parameter yang menunjukan ID VGA mana yang ingin di Flash dan waktu saya melakukan Flashing saya menggunakan VGA dengan ID 0 yang mana ID tersebut adalah milik R7 240 karena ia dalam posisi VGA Utama sedangkan RX 460 memilik ID 1 karena posisinya secondary.

Ini artinya BIOS yang sekarang ada di dalam Chip BIOS R7 240 adalah Bios untuk RX 460, karena itulah kini R7 240 sudah tidak terdeteksi dikarenakan masalah kegagalan BIOS. 

Setelah beberapa jam saya mencoba mencari solusi namun masih belum ketemu, saya pun mencoba untuk pasrah saja dengan keadaan R7 240 yang kini tidak bisa dipakai lagi, Pikir saya toh harganya juga murah ketika saya beli beberapa hari lalu, yang penting masih ada RX 460 yang dalam keadaan masih Normal.

Entah karena rasa penasaran atau karena ada bisikan setan, saya pun kembali melakukan Flashing BIOS pada RX 460 menggunakan BIOS yang saya download dari artikel yang saya baca tadi. Syukurnya kali ini berhasil ter-Flash BIOS nya tanpa maslah selanjutnya saya cek menggunakan Aplikasi Techpower GPU-Z memang benar ada peningkatan pada Shaders yang sebelumnya 896 kini menjadi 1024 seperti yang di tunjukan pada artikel tersebut.
Before & After Flashing BIOS RX 460
Before & After Flashing BIOS RX 460
Setelah beberapa menit saya gunakan barulah muncul masalah baru, yaitu tiba-tiba Driver RX 460 tidak terdeteksi (Di Device Manager ada tanda seru berwarna kuning pada Driver Display RX 460), dan walaupun sudah beberapa kali saya install kembali driver yang baru masalah tersebut masih belum beres juga.

Karena Sudah berapa banyak macam driver yang saya download namun Driver masih belum juga Fix maka saya memutuskan untuk flashing BIOS kembali ke BIOS aslinya yang sebelumnya sudah saya Backup menggunakan Aplikasi  Techpower GPU-Z.

Dikali ke 3 saya melakukan Flashing BIOS ini lagi lagi saya mendapati masalah serius yaitu sewaktu melakukan Flashing saya keliru menulis nama ROM yang seharusnya saya tulis ROM/File BIOS milik RX 460 akan tetapi yang saya tulis adalah Nama file BIOS/ROM milik R7 240 yang saya Download dari Internet.

Keadaanya kini sudah sangat parah menurut saya saat itu Apalagi RX 460 yang baru berumur 2 hari ini saya beli dengan harga yang cukup lumayan.  kedua VGA yang tadinya masih normal kini dalam Bricked dan tidak bisa digunakan karena keteledoran saya sendiri, Pertama karena lupa menentukan ID VGA, dan yang kesalahan kedua saya keliru memilih nama File BIOS. 

Akhirnya setelah lama saya berputar-putar saya menemukan sebuah titik terang dari sebuah Postingan di Forum luar oleh salah seorang member di Forum tersebut yang mengalami hal serupa seperti saya, yaitu ia juga salah memilih ROM namun VGA yang ia miliki berbeda dengan milik saya sekarang ini.

SOLUSI : 

Ringkasnya, menurut Postingan pada forum tersebut untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan cara menghubungkan Kaki Chip/IC BIOS nomor 1 dan 8 agar VGA bisa kembali dideteksi dari aplikasi Atiflash, dan ketika sudah terdeteksi barulah kita bisa melakukan Flashing BIOS VGA kembali menggunakan ROM yang sesuai dengan VGA tersebut.

Kedengaranya memang mudah, namun ternyata sulit karena yang pertama harus dilakukan adalah menentukan yang mana IC Bios yang ada pada Papan Sirkuit VGA.

Part I HIS R7 240 Repair BIOS

Saya mulai dengan VGA  R7 240 Terlebih dahulu ,hal yang saya lakuka adalah mencatat kode-kode yang ada di bagian atas IC VGA R7 240 lalu mencari informasi mengenai kode-kode tersebut di Google untuk menemukan mana IC BIOS pada VGA R7 240. Cara saya menemukanya adalah dengan memperhatikan hasil pencarian Google yang ada kaitanya dengan VGA atau BIOS. Hanya bermodalkan tebak-tebakan itulah saya menetukan IC BIOS pada VGA R7 240.

Setelah mendapatkan IC Bios, saya kembali mencari tahu urutan atau nomor pin pada Chip ini untuk mengetahui letak pin atau kaki nomor 1 dan nomor 8. Berdasarkan referensi dari internet, saya mengetahui bahwa kaki Nomor 1 dari setiap IC itu adalah kaki yang paling berdekatan dengan tanda titik atau lubang kecil yang ada pada IC
Nah saya solder pake kabel di kaki pin nomor 1 dan Nomor 8 seperti pada gambar dibawah ini
Selanjutnya Setting BIOS agar VGA yang digunakan adalah VGA Onboard. Lalu shutdown PC. setelah itu Pasang kembali VGA yang sudah tadi di solder ke slot PCI-E lalu nyalakan kembali PC.

Setelah masuk ke Windows , Download aplikasi ATIFLASH melalui Link Ini (Download Atiflash)
Extract file atiflash lalu masuk ke folder hasil extract tadi
Didalam folder Atiflash tekan CTRL+SHIFT dan Klik Kanan lalu pilih Open Command Window here maka akan terbuka Commandprompt dengan direktori aktifnya berada di dalam folder atiflash tadi
Selanjutnya ketik atiflash -i lalu enter. pada kasus yang saya alami terlihat Error pada BIOS VGA HIS R7 240 (Oland) seperti pada gambar dibawah ini. Jika muncul seperti ini , itu artinya ada pertanda baik, karena walaupun dalam keadaan Error, VGA sudah terdeteksi oleh software atiflash

Karena sudah terdeteksi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan flashing BIOS kembali menggunakan BIOS yang cocok. Namun hal ini tidak bisa dilakukan karena BIOS dalam keadaan unwritable dan agar bisa di Flash kembali kita harus memutuskan hubungan dari PIN 1 dan PIN 8 dengan cara melepaskan kabel yang tadi kita solder.
BIOS Tidak bisa di Flash

Karena sementara dalam keadaan terpasang pada PC yang menyala, maka tidak memungkinkan untuk saya melepas kabel tersebut dengan solder, jadinya saya gunting saja kabel tersebut untuk memutuskan jumper dari pin 1 ke pin 8 tadi
Setelah terputus barulah bisa dilakukan flash dengan cara ketik atiflash -f -p 0 namarombios.rom lalu restart PC anda untuk mengetahui hasilnya. Terlihat pada gambar dibawah ini dibagian Old Product nampak jelas bahwa BIOS yang sedang digunakan adalah BIOS Milik Powercolor RX 460 4GB DDR5. Perhatikan juga pada bagian New Product disitu terlihat BIOS baru yang sudah di masukan kedalam IC, Jika ternyata pada bagian New product ini ada kesalahan maka jangan dulu di restart PC anda, Cari dulu BIOS yang tepat lalu Flash kembali, setelah yakin BIOS yang digunakan sudah cocok barulah Restart PC anda.

Jika anda memiliki Backup BIOS nya, silahkan gunakan file backup tersebut, namun jika tidak punya silahkan mengunjungi Situs Techpower lalu cari dan pilih BIOS untuk VGA yang sama persis dengan milik anda.

Hasilnya setelah di restart Kini VGA HIS R7 240 2GB sudah terdeteksi kembali pada Device Manager (Lupa saya capture) langkah selanjutnya tinggal menginstal Drivernya kembali agar bisa berfungsi seperti semula

Part 2 Powercolor RX 460 4GB DDR5 Repair BIOS

Setelah berhasil membangunkan kembali HIS R7 240 dari mati surinya, selanjutnya saya copot dulu R7 240 dari PCI-E karena ada pasien ke 2 yang harus saya tangani yaitu RX 460 4GB

Langkah-langkahnya sama persis ketika memperbaiki BIOS R7 240 tadi, yaitu mulai dengan mencari bagian IC mana yang merupakan IC BIOS dengan cara mencatat serta searching kode-kode yang tertera pada badan IC.

Setelah saya menentukan IC BIOS pada RX 460 ini, selanutnya saya solder PIN 1 dan PIN 8 menggunakan kabel pendek seperti sebelumnya pada R7 240 dilanjutkan dengan menjalankan aplikasi atiflash dengan perintah atiflash -i. Namun ternyata tak semudah yang saya bayangkan. karena walaupun sudah di solder pin 1 dan 8, atiflash masih belum mendeteksi adanya RX 460 ini. berulang kali saya coba hasilnya tetap sama saja VGA masih belum terdeteksi oleh atiflash

Kembali saya mencari informasi tambahan yaitu dengan mencari datasheet dari IC Bios tersebut, dan setelah saya baca, ternyata urutanya berbeda dengan IC BIOS R7 240. Pantas saja atiflash tidak mendeteksi RX 460, karena rupanya saya salah menghubungkan kaki pin IC Biosnya. Urutan kaki RX 460 bisa anda lihat pada gambar dibawah ini.
dibawah ini Gambar IC BIOS RX 460 4GB milik saya yang sudah saya solder kaki pin 1 dan 8 dengan benar.
Ternyata benar, setelah saya coba kembali menggunakan atiflash dengan perintah atiflash -i, sekarang RX 460 sudah terdeteksi.
selanjutnya saya tinggal melakukan flashing BIOS yang cocok dengan cara yang sama seperti saat melakukan Flashing pada R7 240 Sebelumnya

Nah hasil akhirnya terlihat, kini kedua VGA sudah terdeteksi kembali dan dalam keadaan Normal :D.


Sekian dan Terimakasih
Wassalam.



Read More

16 June 2017

Upgrade Firmware TP-Link TL-WR841ND Menjadi DD-WRT

  1 comment
June 16, 2017

Assalamualaikum
2 Hari yang lalu saya sempat membantu seorang teman melakukan konfigurasi Mikrotik di warnetnya, sebagai imbalanya saya di hadiahi sebuah Wireless Router bekas miliknya yang entah ia dapatkan dari mana. Router tersebut adalah TP-Link TL-WR841ND, keadaanya cukup memprihatinkan, karena saat dihibahkan kesaya router tersebut sudah tidak lagi memiliki ke dua antenanya dan juga tidak lagi memiliki adaptornya.

Singkat cerita, sampai dirumah saya pakaikan antena TP-Link 9dBi yang dulu pernah saya beli namun tidak jadi dipakai. Tak hanya itu saja, Firmware bawaan tplinknya pun langsung saya coba ubah menjadi DD-WRT biar bisa difungsikan sebagai Repeater Hotspot.

Nah, Cara mengupgrade Firmware TP-Link TL-WR841ND ke DDWRT adalah sebagai berikut
  • Kunjungi situs Resmi DD-WRT untuk mendownload File Firmware yang akan kita flash ke dalam TP-Link TL-WR841ND
  • Download 2 buah yaitu factory-to-ddwrt.bin dan file tl-wr841nd-webflash.bin
    Upgrade Firmware TP-Link TL-WR841ND Menjadi DD-WRT
  • Setelah di Download nyalakan Router TL-WR841ND lalu hubungkan pada PC/Laptop menggunakan Kabel LAN
  • Setelah itu Akses menu konfigurasinya melalui browser lalu masuk ke menu System Tools lalu pilih sub menu Firmware Upgrade
    Upgrade Firmware TP-Link TL-WR841ND Menjadi DD-WRT
  • Klik File lalu pilih File factory-to-ddwrt.bin lalu klik Upgrade 
    Upgrade Firmware TP-Link TL-WR841ND Menjadi DD-WRT
  • Tunggu hingga Proses Upgrade selesai
    Upgrade Firmware TP-Link TL-WR841ND Menjadi DD-WRT
  • saat proses upgrade telah selesai maka sampai disini anda sudah mendapati halaman konfigurasi TP-Link sudah berubah menjadi DDWRT
    Upgrade Firmware TP-Link TL-WR841ND Menjadi DD-WRT
  • Selanjutnya Klik menu Administration lalu klik sub menu Firmware Upgrade terus pilih file kedua yang sudah kita download tadi yaitu file tl-wr841nd-webflash.bin lalu klik Upgrade
    Upgrade Firmware TP-Link TL-WR841ND Menjadi DD-WRT
  • Tunggu Proses Upgrade Selesai
    Upgrade Firmware TP-Link TL-WR841ND Menjadi DD-WRT
  • Selesai



Wassalam

Read More

29 May 2017

Membuat Timer Jquery Countdown dan Session PHP

  No comments
May 29, 2017

Assalamualaikum, dihari ke 3 Bulan Ramdhan tahun ini, saya ingin membahas tentang bagaimana caranya membuat timer menggunakan bantuan Jquery Countdown dan Pemrograman PHP untuk menyimpan nilai waktunya kedalam Session.

Ceritanya beberapa waktu lalu, saya membantu seorang teman membuat sebuah aplikasi Ujian berbasis Web untuk diterapkan disekolahnya atau lebih tepatnya CBT (Computer Based Test). Ide awalnya adalah membuat sebuah sistem yang mirip dengan CBT versi Ujian Nasional yang baru saja selesai dilaksanakan di sekolah-sekolah.

Karena namanya ujian berbasis komputer (Computer Based Test) maka sudah tentu untuk penentuan waktunya pun harus dibuat menggunakan sistem secara otomatis. Cara kerjanya saat Tombol ujian diklik maka Timer akan mulai menghitung mundur (Countdown) sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh Guru atau admin sistem. Waktu tersebut akan tersimpan kedalam Session menggunakan PHP agar walaupun halaman di refresh waktu akan terus tersimpan dan terus berjalan karena nilai waktunya sudah disimpan kedalam SESSION
Membuat Timer Jquery Countdown dan Session PHP

Atas dasar tersebutlah maka saya mencoba membuat beberapa model timer yang salah satunya adalah timer menggunakan Plugin Jquery Countdown ini.

Untuk mulai membuatnya silahkan Download Package Plugin melalui situs Resminya  yaitu Keith-Wood atau klik Link disamping ini (Download Jquery Countdown).


  • Setelah di Download, Extract file Zip tersebut. Didalamnya anda akan menemukan sebuah File index.html dan 3 buah Folder yaitu CSS, IMG dan Folder JS
    Membuat Timer Jquery Countdown dan Session PHP
  • Pindahkan semuanya Folder utama kedalam Folder webserver anda karena kita akan menggunakan PHP nantinya
  • Hapus File Index.html lalu buatlah file baru dan beri nama index.php lalu isikan Script dibawah ini kedalamnya

Simpan File tersebut lalu coba akses menggunakan browser untuk melihat hasilnya

Sekilas tentang Code

  1. Baris no 2 hingga nomor 8 adalah perintah PHP untuk membuat session 
  2. baris Nomor 10,11 dan 12 adalah perintah HTML untuk memanggil jquery countdown
  3. Pada baris 13-14 adalah baris perintah untuk menampilkan timernya
  4. Baris 17-21 adalah fungsi ketika waktu telah sampai pada detik ke 0. pada contoh kali ini saya membuat pesan dalam alert, setelah itu otomatis melakukan submit data pada form yang memiliki id frmSoal
  5. Baris ke 28 adalah Perintah untuk memasukan nilai detik kedalam Variabel waktu, dalam hal ini nilainya adalah 180 (3 Menit).

Sekian dulu pembahasan singkat tentang timer jquery Countdown menggunakan Session PHP kali ini. 
Wassalam



Read More

26 May 2017

Printer L120 Blinking - Ink Pad is at the end of its service life

  1 comment
May 26, 2017

Sewaktu dulu saya bekerja sebagai Staff IT di salah satu perusahaan di daerah saya memberikan banyak pelajaran berharga terutama berkaitan dengan Printer. karena selama kerja di perusahaan tersebut saya banyak belajar bagaimana menangani permasalahan-permasalahan yang sering dialami pada printer khususnya Printerk Merek Epson.

Sore ini ada tetangga yang minta tolong untuk mengecek masalah pada printernya yang kebetulan adalah printer Epson L120. sudah tidak asing lagi bagi saya dengan printer jenis ini karena memang Printer ini banyak digunakan di Kantor tempat saya dulu bekerja. Setelah saya cek, Masalah yang dialami printer milik tetangga saya ini yaitu dengan adanya indikator Blinking led dan ada notifikasi Error saat akan melakukan print dengan pesan sebagai berikut " A Printer's ink pad is at the end of services life. Please contact Epson Support".
Printer L120 Blinking - Ink Pad is at the end of its service life

Dari pesan tersebut saya bisa mengenali penyebab dan solusi untuk masalah ini. Untuk penyebabnya silahkan di Translate saja pasti anda pun bisa mengetahui apa maksud dari pesan ini. sedangkan untuk solusinya simpel saja yaitu dengan melakukan Reset pada Printer Epson L120 ini

Yang dibutuhkan

Langkah Kerja
  1. Hidupkan printer, lalu hubungkan ke Komputer 
  2. Download aplikasi Reseter melalui Link diatas
  3. Extract file reseter tersebut menggunakan aplikasi Winrar/Winzip
  4. Jalankan aplikasi Reseter
  5. Pilih dan Klik Particular Adjusment Mode
    Printer L120 Blinking - Ink Pad is at the end of its service life
  6. Pilih Waste Ink Pad Counter lalu klik Ok
    Printer L120 Blinking - Ink Pad is at the end of its service life
  7. Centang Main Pad Counter, lalu klik Check, Setelah itu Klik Intialize
    Printer L120 Blinking - Ink Pad is at the end of its service life
  8. Maka akan muncul sebuah form baru yang meminta anda untuk mematikan (Turn Off) Printer
    Printer L120 Blinking - Ink Pad is at the end of its service life
  9. Matikan Printer dengan menekan tombol power, lalu tunggu beberapa detik setelah itu hidupkan kembali
  10. Klik Finish pada aplikasi Reseter maka Printer sudah siap digunakan kembali seperti sedia kala


Mungkin seperti itu saja yang bisa saya bahas pada artikel Reset Printer Epson L120 kali ini.
Sekian dan terima kasih
Wassalam

Read More