02 May 2016

Download Winbox Mikrotik - Aplikasi Konfigurasi Mikrotik

Download Winbox Mikrotik - Aplikasi Konfigurasi Mikrotik
Ada 2 Jenis Mikrotik Yaitu RouterOS dan RouterBoard.
RouterOS maksudnya adalah, Mikrotik ini hanyalah sebuah Sistem/Software dalam Bentuk File ISO yang nantinya Sistem Operasi/Software itu di install/Dipasang pada sebuah Komputer sehingga komputer tersebut berfungsi menjadi Sebuah Router

RouterBoard adalah Sebuah Board/Papan PCB yang mempunyai Komponen seperti sebuah komputer pada umumnya namun dalam ukuran mini dan didalamnya telah di install OS Mikrotik.

Perlu dikettahui bahwasanya Mikrotik OS menggunakan Kernel Linux, yang notabenenya Linux dikonfigurasi menggunkan Command Line walaupun sekarang sudah banyak Linux Versi Desktop yang mempunyai Interface.

Sama halnya dengan Linux, Mikrotik pun disetting melalui Command Line (Diketik di terminal). Hal ini (Command Line) kadang dianggap sulit oleh Newbie yang baru ingin belajar. Maka dari itu lahirlah Aplikasi Winbox yang mempunyai Interface (Tatap Muka) yang digunakan untuk melakukan konfigurasi Mikrotik tanpa harus mengetik Command Pada terminal namun cukup dengan Klik kita bisa melakukan konfigurasi.


Download Winbox

How To :

Untuk menghubungkan Winbox Ke Mikrotik cukup dengan menekan Tombol [...] setelah itu Klik Connect
Lalu masukkan login dan password mikrotik. Mikrotik default login adalah :
Login = admin
Password = (Tanpa Password)


Berikut tampilan utamanya

FUNGSI-FUNGSI MENU

  1. Interfaces : Menu interface merupakan gerbang trafik keluar atau masuk ke mikrotik. Secara default mikrotik hanya mengenali interface yang secar fisik memang ada. Kita dapat merubah nama interface tersebut dengan tujuan untuk memudahkan dalam mengindetifikasi fungsi.
  2. Bridge : Menu Bridge merupakan menu untuk menghubungkan dua segmen network terpisah bersama-sama dalam suatu protokol sendiri
  3. PPP (Point to Point Protocol) : merupakan paket yang memuat protokol PPP. Paket ini diperlukan untuk fitur komunikasi serial dengan menggunakan PPP, ISDN PPP, L2TP, dan PPTP serta komunikasi PPP on Ethernet(PPPoE). Paket PPP digunakan untuk komunikasi Wide Area Network dengan menggunakan komunikasi serial
  4. Switch : Menu Switch ini merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN)
  5. Mesh : Menu Mesh ini digunakan untuk melakukan implementasi topologi Mesh
  6. IP : Menu IP digunakan untuk pengaturan IP yang terdiri dari ARP, Accounting, Adresses, DHCP Client, DHCP Relay, DHCP Server, DNS, Server, Firewall, Hotspot, IPsec, Neighbors, Packing, Pool, Routs, SMB, SNMP, Services, Socks, TFTP, Traffic Flow, UPnP, dan Web Proxy
  7. MPLS : Pada Menu MPLS ini kita dapat membuat interface virtual MPLS VPLS dan juga beberapa fitur-fitur MPLS dapat kita setting pada menu ini. MPLS (Multi Protocol Label Switching) merupakan sebuah teknik yang menggabungkan kemampuan manajemen switching yang ada dalam teknologi ATM dengan fleksibilitas network layer yang dimiliki teknologi IP.Fungsi MPLS yaitu penyambungan dan pencarian jalur dalam jaringan computer. Sub Menu MPLS terdiri dari MPLS, Traffic Eng, VPLS.
  8. Routing : Pada menu routing ini kita dapat melakukan berbagai fasilitas routing yang ada dan juga fitur-fitur pendukung routing yaitu : BFD, BGP, OSPF,RIP, Filters, MME, Prefix Lists.
  9. System : Pada menu System ini terdapat sangat banyak menu yang dapat kita lakukan yang berhubungan dengan system dari Mikrotik itu sendiri. Sub menuu system terdiri dari Auto Upgrade, Certificates, Clock, Console, Drivers, Health, History, Identity, LEDs, License, Logging, Packages, Passsword, Port, Reboot, Reset Configuration, Resources, Routerboard, SNTP Client, Scheduler, Script, Shutdown, Special Login, Stores, Users, Watchdog
  10. Queues : Menu Queues ini adalah menu dimana kita dapat melakukan limite koneksi pada suatu jaringan baik berdasarkan source address, destinasion address, maupun berdasarkan paket yang telah dimark atau ditandai dari Mangle (intinya bisa kita pergunakan sesuai degan kebutuhan jaringan yang kita pakai).
  11. Files : Pada menu ini berfungsi untuk kita menyimpan file dalam OS Mikrotik seperti file-file HTML login page hotspot, files backup, files log dan files lain kita ingin kita simpan di sana
  12. Log : Pada menu log ini kita dapat melihat informasi LOG-LOG yang terjadi baik dan informasi-informasi dari log ini sangat kita butuhkan sebagian informasi bantuan disaat troubleshoot atau log informasi lain yang kita butuhkan
  13. Radius : Menu Raidus ini berfungsi saat kita membuat system hotspot pada Mesin Mikrotik kita dan kita ingin system Hotspot tersebut terkoneksi dengan baik ke server radius terpisah maka kita confignya dari menu Radius ini
  14. Tools : Menu Tools adalah merupakan root menu dari beberapa tools yang dapat kita fungsikan yang ada pada OS Mikrotik, sub menunya yaitu BTest Server, Bandwidth Test, Email, Flood Ping, Graping, IPScan, MAC Server,  Netwatch, Paket Sniffer, Ping, Ping Speed, Profile, SMS, Telnet, Torch, Traceroute, Traffic Monitor
  15. New Terminal : Pada menu new terminal ini berfungsi sebagai console pada OS Mikrotik dalam arti text mode sama halnya dengan Linux OS yang berbasis server mode text. Jadi, semua menu yang ada pada OS Mikrotik kita dapat melakukan confignya melalui new terminal ini dengan perintah.
  16. Meta Router =: Menu METAROUTER ini merupakan menu untuk membuat sebuah mesin vertual pada perangkat yang ber OS Mikrotik jadi menu METAROUTER ini dapat kita ibaratkan seperti : KVM, OpenVZ, atau aplikasi pembuat virtual lainnya.
  17. Make Supout.rif : Menu ini berfungsi untuk membuat sebuah backup dari OS Mikrotik namun beda dari backup biasanya yg mana dari backup ini kita dapat mengetahui informasi dari seri dari OS yang kita pakai dan biasanya backup dari ini dipergunakan untuk menganalisa permasalahan yang terjadi
  18. Manual : Menu ini berfungsi untuk membawa kita ke link manual pengunaan OS Mikrotik sama halnya menu help atau -h pada linux dan Windows.
  19. Exit : Menu ini berfungsi untuk menutup windows interface pada OS Mikrotik yang diakses melalui aplikasi winbox.
FUNGSI-FUNGSI SUB MENU IP
Pada Menu IP ada sub menu lagi, yaitu :
  1. ARP : Memperlihatkan Perangkat yang terhubung ke mikrotik
  2. Accounting
  3. Addresses : Konfigurasi Pemberian IP kepada setiap PORT Mikrotik
  4. DHCP Client, Menjadikan Router ( Mikrotik ) DHCP Client, yaitu apabila kita berlangganan internet yang memberikan IP Public DHCP. Dengan DHCP Client, kita akan otomatis mendapatkan IP PUblik, DNS dan Gateway.
  5. DHCP Relay :Berfungsi untuk menyebarkan jaringan dengan jaringan baru, sebagai pemahaman bisa kita lihat gambar dibawah ini :
  6. DHCP Server :Tempat menyeting DHCP Server. Jika kita minginginkan tiap computer dalam jaringan mendapatkan IP, DNS dan Gateway secara otomatis.
  7. DNS : Tempat memasukkan DNS yang diperoleh dari ISP( Penyedia Internet).
  8. Firewall
    •  Kata firewall mengandung kata kunci wall yang berarti dinding. Fungsi dinding adalah melindungi segala sesuatu di dalam dinding tersebut. Nah firewall pun berfungsi sama, yaitu melindungi komputer atau jaringan dari akses komputer lain yang tidak memiliki hak untuk mengakses komputer atau jaringan Anda.
    •  Adapun fungsi Firewall di dalam jaringan adalah sebagai berikut :
    1. Packet Filtering : memeriksa header dari paket TCP/IP ( tergantung arsitektur jaringannya, dalam contoh ini adalah TCP IP ) dan memutuskan apakah data ini memiliki akses ke jaringan.
    2. Network Address Translation ( NAT ) : biasanya sebuah jaringan memiliki sebuah IP public dan di dalam jaringan sendiri memiliki IP tersendiri. Firewall berfungsi untuk meneruskan paket data dari luar jaringan ke dalam jaringan dengan benar sesuai IP komputer lokal.
    3. Application Proxy : firewall bisa mendeteksi protocol aplikasi tertentu yang lebih spesifik.
    4. Traffic management : mencatat dan memantau trafik jaringan
    5. Pada menu firewal ini kita bisa menutup akses dari web-web tertentu yang tidak diperbolehkan diakses
    6. Pada menu ini juga bisa mengatur waktu akses user, pembatasan waktu user berinternet.
    9. Hotspot
    • Menu untuk Pembangunan hotspot
    • Pengaturan user login hotspot
    • Pengaturan waktu akses user
    • Pengaturan pembuatan paket internet untuk voucer internet
    • Digunakan untuk melakukan authenticationauthorization dan accounting pengguna yang melakukan access jaringan melalui gerbang hotspot. Pengguna hotspot sebelum melakukan access jaringan perlu melakukan authentication melalui web browser baik dengan protokol http maupun https(secure http).
    • Menu hotspot digunakan untuk membuat hotspot Wizard, dimana kita bisa menentukan port dari mikrotik untuk output HOTSPOT. Kita tinggal colokin Acces Point/Werreles maka kita sudah bisa membangun hotspot dengan mikrotik.
    • Untuk seting IP di tentukan dari Interface dan IP, kemudian untuk filter akses hotspotnya, kita bisa menggunakan Firewal->>Filter
    10. IPsec
    • Tempat mensecan IP Aaddress yang ada dijaringan, menghindari dari pemakaian IP oleh Orang yang tak bertanggung jawab.
    11. Neighbors : Memberikan Informasi Tentang perangkat Merk lain yang terhubung dengan Mikrotik
    12. Packing
    13. Pool : Halaman Deret IP
    14. Routes : Halaman Tabel Routing
    15. SNMP
    16. Services
    17. Socks
    18. TFTP
    19. Traffic Flow
    20. UPnP
    21. Web Proxy : Fungsi untuk menggunakan Web Proxy 


Susunan Kabel UTP / LAN (Straight dan Cross)

Kabel Straight & Kabel Cross
Untuk Mempermudah Pemahaman tentang Kabel Straight dan Cross ini saya akan Menjabarkan Fungsi dan Perbedaanya.

1. Kabel Straight
  • Komputer Ke HUB  
  • Komputer Ke Router
  • Router Ke HUB
  • Router Ke Switch
  • Switch Ke Komputer
Untuk Susunan Kabel Straight silahkan di lihat di gambar di bawah ini
  1. Putih – orange
  2. Orange
  3. Putih – hijau
  4. Biru
  5. Putih – biru
  6. Hijau
  7. Putih – cokelat
  8. cokelat
 

2. Kabel Cross
Contoh :
  • Komputer Ke Komputer
  • Komputer Ke Laptop
  • HUB Ke HUB
  • Router Ke Router
  • Swicth Ke Switch

Urutan Kabel Cross Atau Susunan Kabel Cross Bisa anda Lihat pada gambar dibawah ini
  1. Putih – hijau
  2. hijau
  3. Putih – orange
  4. Biru
  5. Putih -biru
  6. orange
  7. Putih – cokelat
  8. cokelat
 
Semoga Postingan ini bisa membantu anda untuk Mengetahui Perbedaan Kabel Straight dan Kabel Cross

Penggunaan Perintah CMD Pada Jaringan Komputer

terdapat begitu banyak Perintah Command Pompt (CMD), namun sebagai administrator jaringan yang menggunakan Windows sebagai operating System (OS) maka mungkin tidak seluruhnya perlu untuk dipelajari, melainkan cukup beberapa perintah saja yang sangat sering digunakan dalam jaringan komputer.

1. PING

Perintah "PING" merupakan sebuah perintah yang berfungsi untuk mengirimkan paket ICMP ke sebuah HOST. penggunaannya cukup simpel namun manfaatnya begitu besar, karena dengan ping kita bisa mengetahui keadaan Host yang kita tuju dalam keadaan Up atau Down
untuk menggunakan ping cukup dengan mengetik ping (spasi) domain/Ip Address
Contoh 
  • ping www.google.com 
  • ping 8.8.8.8
  • ping facebook.com
  • ping 192.168.2.1 -t 
Ket : -t = Lakukan ping secara terus menerus

2. IPCONFIG

Ipconfig berfungsi untuk menampilkan Informasi IP Address pada Network adapter Laptop/PC kita

3. Traceroute/Tracert/

Fungsinya hampir sama dengan PING namun perintah ini dapat memberikan informasi jalur paket tujuan melewati mana saja. traceroute mengirimkan paket ke tujuan, dan sepanjang jalan meminta setiap router Internet  untuk membalas ketika dilewati. Ini akan menunjukan jalur koneksi antara komputer Anda dan tujuan. 
Perintah ini dapat membantu untuk troubleshoot masalah koneksi. Contohnya, jika Anda tidak dapat terhubung dengan server, menjalankan traceroute akan menunjukan jalur/hop yang bermasalah antara komputer Anda dan tujuan.  

4. NSLOOKUP

Perintah ini berfungsi untuk memberikan Informasi IP Address jika kita melakukan NSLOOKUP Kepada sebuah domain, sebaliknya NSLOOKUP akan memberikan informasi mengenai DOMAIN jika kita melakukan NSLOOKUP kepada sebuah IP Address

5. NETSTAT

Perintah ini berfungsi untuk menampilkan koneksi jaringan yang masuk dan keluar serta informasi jaringan lain. Ini tersedia di Windows, Mac, dan Linux – setiap versi memiliki opsi baris perintah sendiri Anda dapat men-tweak untuk melihat berbagai jenis informasi. 


Tutorial Setting IP Static Di Windows 7

Setting IP Address Static adalah proses pemberian alamat IP kepada sebuah perangkat jaringan secara manual. Pengetahuan hal ini tentunya sangat diperlukan, walaupun kadang, dalam sebuah infrastruktur jaringan sudah tersedia sebuah Server DHCP yang berfungsi untuk meminjamkan IP address kepada perangkat secara otomatis. Sebagai administrator jaringan penggunaan pemberian IP kepada perangkat di maksudkan untuk banyak hal, salah satunya untuk kepentingan Konfigurasi.

Setiap Sistem yang ada didalam sebuah perangkat mempunyai cara yang berbeda-beda untuk melakukan settingan IP address ini, tapi untuk kali ini saya hanya akan membahas khusus di Windows 7

untuk penjelasan, saya hanya akan menyertakan gambar saja karena saya anggap dengan gambar saja anda pasti sudah bisa paham.

Sekian
Saya Harap dengan postingan ini bisa menjawab pertanyaan anda tetang bagaimana caranya mengkonfigurasi IP Address Secara manual


Video Tutorial
Terima kasih

Jenis Protocol dan Fungsinya pada jaringan komputer

Jenis Protocol dan Fungsinya pada jaringan komputer merupakan hal yang harus kita kuasai juga, karena nantinya dengan pengetahuan menentukan jenis protocol inilah kita akan menandai, maupun mengatur arah, tujuan serta aksi dari jenis protocol tersebut dalam jaringan yang akan kita bangun nantinya.

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang  terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.



Beberapa jenis protokol :

1. Protocol Ethernet

Yaitu protokol yang sering digunakan sampai saat ini, metode akses yang dipakai oleh Ethernet disebut dengan CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection). Adalah sebuah sistem yang dimana setiap komputer menunggu intruksi memalui kabel sebelum mengirimkan data atau informasi melalaui jaringan, Kalau jaringan tidak sibuk, barulah komputer tersebut akan menyampaikan informasi atau data, Tapi jika suatu node lain sudah menyampaikan pesan melalui kabel, maka komputer tersebut akan menunggu dan akan mencobanya kembali setelah rute mengijinkan. Kadang ada 2 komputer yang mengirimkan pesan secara bersamaan. Jika kejadian seperti ini maka akan terjadi tabrakan data.

2. TCP/IP 

TCP/IP atau singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol, adalah standar dari komunikasi data yang dipakai oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data atau informasi dari satu komputer ke komputer lainnya di dalam jaringan Internet. Protokol jenis ini tidak dapat berdiri sendiri, sebab memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan jenis protocol yang paling banyak digunakan sekarang ini. Data tersebut diimplementasikan kedalam bentuk perangkat lunak atau software di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada software ini adalah TCP/IP stack.

Protokol Ini dikembangkan pada akhir dekade 1970-an sampai dengan awal 1980-an sebagai protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan dalam membentuk suatu jaringan yang luas khususnya jaringan WAN.

3. UDP

Yaitu singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang dapat mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa adanya koneksi (connectionless) antar host-host di dalam suatu jaringan yang menggunakan TCP/IP.

4. RTP

Yaitu singkatan dari Real Time Protocol,  RTP itu dirancang untuk menyediakan fungsi-fungsi transport jaringan ujung ke ujung untuk aplikasi yang mengirimkan data secara real time, Seperti misalnya data audio dan video, melalui layanan jaringan multicast atau layanan unicast.

5. FTP

Yaitu singkatan dari File Transfer Protocol, protocol jenis ini sering digunakan untuk melakukan upload maupun men- download file, keamanannya didasarkan kepada username dan juga password, tapi terkadang anonymous login juga sering diperbolehkan.

6. HTTP

Yaitu singkatan dari Hypertext Transfer Protocol, protokol ini sering dipakai untuk transfer halaman web, sebelumnya orang banyak yang memakai protokol Gopher. Akan tetapi Gopher hanya mendukung text saja, sehingga protocol HTTP seiring waktu berkembang dan digunakan oleh orang banyak.

7. DHCP

Yaitu singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, jika mendapatkan suatu Cable-connection dengan menggunakan DHCP, maka akan mendapatkan IP yang berasaldari ISP anda. Jadi, protokolini berfungsi untuk memberikan Internet Protokol (IP) secara otomatis.

8. DNS

DNS yaitu singkatan dari Domain Name System, adalah distribute database sistem yang dipakai dalam pencarian nama komputer (name resolution) di dalam jaringan yang mengunakan TCP/IP. DNS juga dapat digunakan pada aplikasi yang terhubung ke jeringan Internet, misalnya seperti web browser ataupun e-mail, yang dimana DNS dapat membantu memetakan host name dari sebuah komputer ke IP address.

9. ICMP

ICMP (Internet Control Message Protocol), Protokol ICMP ini memiliki tujuan yang berbeda dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna.

10. IMAP

IMAP (Message Access Protocol), adalah protokol standar untuk mengakses atau mengambil e-mail yang berasal dari server. IMAP memungkinkan pemakainya untuk memilih pesan e-mail yang akan dia ambil, membuat suatu folder di server, mencari pesan dari e-mail tertentu, dan menghapus pesan e-mail yang sudah ada.

11. HTTPS

HTTPS (Hyper Text Transfer Protocol Secure), adalah versi aman dari HTTP (Hypertext Transfer Protocol), protokol komunikasi yang berasal dari WWW (World Wide Web). Protokol ini ditemukan oleh “Netscape Communications Corporation” dipakai untuk menyediakan autentikasi dan juga komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris.

12. SSH

Yaitu singkatan dari “Sucure Shell “, ialah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara 2 komputer. Protokol ini dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh, mengirimkan file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain sebagainya. Protokol ini  memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan denga protokol yang sejenis seperti FTP, Telnet, Danrsh, sebab SSH mempunyai sistem Otentikasi, Otorisasi, dan juga  ekripsinya sendiri. Dengan begitu keamanan dari sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini dapat menjadi lebih terjamin.

13. SSL

SSL atau singkatan dari Secure Socket Layer, adalah suatu protokol keamanan data yang dipakai untuk menjaga pengiriman data web server dan juga pengguna situs web tersebut. Jenis dari SSL yang teraman bisa dilihat dari tingkat keamanan SSL, yang terletak di kekuatan enkripsi yang didukungnya (misalnya seperti 256 bit). Jika semakin besar tingkat enkripsi maka akan semakin sulit untuk dibobol.